Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Guru SD Digaji Mulai dari 5.000 Dollar AS

Shutterstock Ilustrasi: Pulau yang terdapat di Republik Seychelles
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Republik Seychelles meminta Pemerintah Republik Indonesia menempatkan guru ke negara kepulauan di tengah Samudra Hindia itu. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Utama Kementerian Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Sumber Daya Manusia Seychellas Marina Confait dalam pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, di Victoria, Seychelles, Rabu (14/12/2011).

Jumhur menyebutkan, Seychelles meminta BNP2TKI menempatkan TKI berprofesi guru untuk mengajar pada semua tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Seychelles menjanjikan gaji di atas 5.000 dollar AS per bulan bagi guru di sekolah dasar. Sementara itu, guru untuk sekolah tingkat menengah sampai perguruan tinggi akan diberikan gaji dua atau bahkan tiga kali lipat lebih besar.
"Lebih kami utamakan adalah tenaga pengajar bidang Matematika dan Sains," kata Marina kepada Jumhur, seperti dikutip Antara, melalui surat elektronik yang diterima Kamis (15/12/2011) dini hari.

Marina didampingi jajarannya serta Konsul Khusus Seychelles untuk ASEAN yang berkedudukan di Jakarta, Nico Barita. 
   
Di Seychelles, Marina mengungkapkan, terdapat 20.000 pelajar dari semua jenjang sekolah. Akan tetapi, ketersediaan tenaga pengajar tidak memadai sehingga kehadiran guru dari luar sangat diharapkan, termasuk dari Indonesia.

Marina menjelaskan, untuk tenaga kerja bidang pendidikan, Seychelles menjanjikan gaji di atas 5.000 dollar AS per bulan bagi guru di sekolah dasar. Sementara itu, guru untuk sekolah tingkat menengah sampai perguruan tinggi akan diberikan gaji dua atau bahkan tiga kali lipat lebih besar.

Gaji itu di luar tunjangan akomodasi, makan dan minum, berikut tiket gratis untuk calon TKI guru dari negara asal ke Seychelles, serta hak cuti disertai tiket gratis untuk pulang dan kembali ke Seychelles.

"Intinya, kami membutuhkan jumlah yang tidak sedikit dan dapat dikatakan mendesak. Secara bertahap bisa dikirim puluhan sampai ratusan guru sesuai kebutuhan," ujar Marina.

Menyambut baik tawaran Seychelles


Merespons permintaan Seychelles, Jumhur mengatakan, pihaknya menyambut baik tawaran Pemerintah Seychelles tersebut. Ia berkomitmen akan menindaklanjuti dengan mencari tenaga pengajar di Indonesia agar bisa mengajar pada berbagai sekolah di Seychelles.

Jumhur mengatakan, upaya tindak lanjut yang akan dilakukan adalah melalui Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), selain bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ataupun perguruan tinggi.

"Dengan demikian, permintaan dari Pemerintah Seychelles untuk penempatan tenaga guru dapat segera dipenuhi," katanya.

Jumhur bersama rombongan BNP2TKI mengunjungi Seychelles terkait upaya penjajakan perluasan pasar TKI formal di Seychelles, 14-15 Desember 2011, setelah sebelumnya berada di Pretoria dan Johannesburg, Afrika Selatan, untuk tujuan yang sama pada 12-13 Desember 2011.

Seychelles dipandang strategis karena negaranya menghubungkan negara-negara Afrika, yang berada sekitar 1.600 kilometer sebelah timur daratan Afrika dan timur laut Madagaskar.

Penduduk Seychelles diperkirakan berjumlah 88.000 jiwa yang mewakili keragaman etnis, seperti Eropa, Arab, China, India, dan dari sejumlah negara Asia lain.

Pendapatan per kapita penduduk Seychelles sendiri sebesar 27.000 dollar AS atau sembilan kali dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia setahun. Jumlah tenaga kerjanya sendiri mencapai 40.000 orang dan sekitar 10.000 orang merupakan tenaga kerja asing.

Negara sebesar wilayah Jakarta (455 kilometer persegi) itu mengandalkan sektor pariwisata untuk menggerakkan perekonomiannya.

Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa Surat Kuasa adalah salah satu surat yang cukup sering digunakan ditengah masyarakat. Pada dasarnya, Surat Kuasa adalah persetujuan tertulis dimana seseorang (pemilik kuasa) melimpahkan wewenang atau haknya kepada pihak lain (penerima kuasa) untuk melakukan perbuatan atau tindakan atas nama pemberi kuasa.
Pada post kali ini, Nearly-Expired Readers dapat melihat salah satu contoh bentuk surat kuasa yang sederhana.
Untuk keperluan penyajian contoh surat kuasa, disini Nearly-Expired.com meminjam dua nama kontestan Miss Universe yang sedang ramai dibicarakan.

SURAT KUASA


Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Leila Lopes
No. KTP : 1234567890
Alamat : Jl. Cinta RT/RW 05/03 No. 10

Bersama ini memberikan kuasa kepada :
Nama : Catalina Robayo
No. KTP : 0987654321
Alamat : Jl. Kakijauhbanget rasanya No. 8

Untuk mengambil :
Mahkota Miss Universe 2011
No Seri : 1234566
Warna  : Putih
di kantor panitia acara Miss Universe 2011  yang beralamat di Jl. Cipete Timur Raya, Sao Paolo 13534.
Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sao Paolo, 12 September 2011
Yang memberi kuasa,
Yang diberi kuasa,



_________________
_________________
Leila Lopes
Catalina Robayo

Ada kalanya Surat Kuasa perlu dibubuhi materai tempel. Bila diperlukan demikian maka materai harus ditempel di bagian tanda tangan “Yang memberi kuasa”.  Tanda tangan pembuat surat kuasa harus berada diatas atau menyentuh materai tersebut.
Pada saat Surat Kuasa dipergunakan jangan lupa sertakan lampirkan identitas kedua belah pihak, Pemberi dan Penerima kuasa.
Bagi Nearly-Expired Readers yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai surat kuasa, dari hasil googling saya menemukan satu blog yang mengulas lengkap perihal surat kuasa yang cukup enak dibaca dan mudah untuk dipahami.

Mengetahui saldo JHT Jamsostek secara online

Kartu Jamsostek
kabarindonesia.com
Bagi Nearly-Expired Readers yang mengikuti program Jamsostek, biasanya secara reguler Nearly-Expired Readers per tahunnya mendapatkan lembaran informasi saldo JHT yang diterbitkan oleh Jamsostek.
Melalui situs Jamsostek, Nearly-Expired Readers dapat Mengetahui saldo jht jamsostek secara online. Berikut ini adalah panduan untuk mendaftarkan diri Nearly-Expired Readers pada situs Jamsostek. sebelumnya persiapkan Nomer yang tertera pada Kartu Peserta Jamsostek (KPJ).
    • Masuk ke situs jamsostek dengan mengetikkan www.jamsostek.co.id pada internet browser
Jamsostek Online - 1
    • Klik Login pada navigation bar dan akan dihadapkan pada halaman login.
Jika Nearly-Expired Readers belum memiliki online account maka sekarang lah saatnya untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan login account dengan cara mengklik link “sign up”Jamsostek Online - 2

Bila Nearly-Expired Readers sudah memiliki login account maka silahkan lewati langkah ini.
  • Setelah mengklik “sign up”, pada layar berikutnya klik pada pilihan “tenaga kerja” seperti pada gambar dibawah

Jamsostek Online - 3
  • Setelah itu akan tampil halaman “ketentuan penggunaan layanan web” setelah Nearly-Expired readers selesai membacanya klik pada pilihan “setuju” untuk melanjutkan

Jamsostek Online - 4
  • Pada layar berikutnya, sebuah form isian pendaftaran akan muncul. Lengkapi form tersebut seperti pada contoh dan setelah selesai klik tombol ”daftarkan”

Kolom yang ditandai dengan tanda bintang atau asterisk wajib diisi sementara kolom lainnya optional.Bila formulir sudah diisi dengan benar maka setelah mengklik “daftarkan” akan tampil pemberitahuan bahwa pendaftaran berhasilJamsostek Online - 5
Pembuatan login account selesai pada tahap ini.
Untuk mengakses halaman informasi saldo JHT, masuk ke halaman login dan gunakan account yang sudah dibuat mengikuti langkah di atas tadi.Jamsostek Online - 6
Setelah login berhasil, klik pada link “Buku JHT” untuk melihat informasi saldo JHTJamsostek Online - 7Sebagai informasi tambahan, Dana JHT ini suatu saat dapat dicairkan jika memenuhi kriteria umum sebagai berikut:
  • Masa kepesertaan Jamsostek sudah mencapai minimal 5 tahun
  • Sudah melewati masa tunggu selama 1 bulan sejak setoran Jamsostek terakhir (gaji terakhir/berhenti bekerja)
Untuk mencairkan dana JHT tersebut siapkan syarat-syarat administrasi yang diperlukan yaitu:
  1. Kartu Jamsostek
  2. Kartu Keluarga
  3. KTP
  4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari masing perusahaan
  5. Copy buku tabungan (bila memilih pembayaran transfer)
Jika Nearly-Expired Readers berniat untuk berhenti kerja karena akan pindah kerja ke tempat lain atau karena alasan lainnya, jangan lupa minta surat keterangan berhenti kerja untuk mempermudah proses pencairan dana JHT.

Minggu, 18 Desember 2011

bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat

Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat?

Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus.

Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut:

* Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis.
* Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat.

Tapi, keuntungannya:

* Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda.
* Anda akan “tertolong” saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk “membantai” Anda.
* Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A.

Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak “jaim” dan “sok” kepada mahasiswanya.

Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar “sendirian” ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan “dihajar” cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda.

Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing.

Sukses Dimulai dari Impian Besar

apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka?

Oleh DWI SANJAYA

Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa. Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikan? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.

Membangun impian dapat diibaratkan seseorang yang sedang membangun sebuah rumah. Awalnya kita harus membangun pondasi yang kokoh agar bila terjadi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau lainnya yang mengakibatkan rumah yang kita bangun retak dan rusak, kita dapat membangunnya kembali.

Begitu pula halnya bila kita sedang berusaha mewujudkan impian yang kita miliki. Jika impian yang kita tanamkan sudah melekat sedemikian kuatnya dalam diri kita, kita akan siap untuk bangkit kembali jika seandainya kita mengalami bencana alam (baca: kegagalan).

Banyak orang berhasil yang mengawali langkah keberhasilan dalam hidupnya dengan bermimpi. Salah satunya adalah Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua im-piannya. Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan. Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini.

Kisah Honda ini terdapat memberi pelajaran yang cukup menarik yang dapat kita petik, yaitu bahwa setinggi apa pun mimpi kita, jika kita benar-benar yakin bahwa mimpi kita akan berhasil dan kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya, maka pastilah suatu saat mimpi kita tersebut akan menjadi kenyataan. Percayalah!

Dalam realitas kehidupan yang kita jalani saat ini, kita harus memiliki cita-cita dan impian agar hidup kita dapat terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Kita bebas merancang impian kita sesuai dengan yang kita inginkan dan kita juga bebas untuk mengubah impian kita setiap saat jika memang suara hati kita menghendaki untuk mengubahnya.

Keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup selalu berawal dari impian. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkan impiannya. Hal ini bergantung pada bagaimana kita bisa mengarahkan impian kita kepada kenyataan yang kita harapkan. Orang yang berhasil mewujudkan impiannya adalah orang yang dapat menyelaraskan antara impian dengan tindakan. Suatu impian akan dapat dicapai jika kita tidak terlena dengan impian-impian kita dan selalu hidup dalam dunia impian, namun kita diharapkan untuk mau mengubah sikap dan tindakan kita menuju ke arah impian yang kita cita-citakan.

Jika saat ini kondisi dan keadaan kita sangat jauh dari impian yang kita miliki, kita harus mengubah perilaku dan tindakan kita untuk mencapainya. Dengan kata lain, kita harus keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Misalnya, jika kita memiliki impian untuk bisa lulus sekolah/kuliah dengan nilai baik, ubahlah sikap kita yang mungkin biasa bermalas-malasan untuk menjadi lebih giat lagi dan berusahalah dengan sebaik mungkin untuk mewujudkannya.

Mimpi Pasif dan Mimpi Aktif

Saya rasa hampir setiap orang pernah bermimpi. Mimpi adalah suatu rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar kita. Mimpi yang biasa kita alami adalah mimpi pada saat kita sedang tidur. Mimpi pada saat kita sedang tidur biasanya terjadi apabila kita sedang menghadapi suatu permasalahan dalam diri dan batin kita. Masalah-masalah tersebut masih menumpuk dalam pikiran kita sehingga pada saat kita tidur alam pikiran bawah sadar kita membawa kita kepada masalah-masalah tersebut tanpa dapat kita kendalikan, namun kita merasa seolah-olah mengalami kejadian yang sebenarnya.

Mimpi seperti ini saya sebut dengan istilah mimpi pasif. Saya menyebut demikian karena mimpi tersebut adalah mimpi yang terjadi di luar kehendak kita. Kita tidak dapat mengontrol mimpi kita itu dan mimpi tersebut cenderung tidak nyata. Mimpi seperti ini akan berakhir apabila kita terjaga dari tidur.

Di samping mimpi pasif yang berlangsung pada saat kita tidur, ada juga seseorang yang pada dasarnya sering berkhayal atau mengimajinasikan hal-hal indah secara terus- menerus namun tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya.

Berkhayal (mimpi) semacam ini saya kategorikan ke dalam mimpi pasif juga karena ia hanya berangan-angan dan membayangkan kejadian-kejadian indah namun tanpa diikuti perubahan tindakan yang menuju kepada tercapainya impiannya tersebut.

Hal ini sama saja halnya dengan hidup dalam dunia mimpi yang telah saya sebutkan sebelumnya karena semua angan- angan tersebut akan berakhir pada saat ia selesai berimajinasi (baca: bangun dari tidurnya).

Sedangkan mimpi aktif adalah suatu imajinasi atau khayalan yang dilakukan secara terus-menerus namun disertai dengan perubahan perilaku yang mengacu kepada tercapainya mimpi tersebut sehingga kita tidak selalu hidup dalam dunia mimpi atau dunia tidur dan berusaha mewujudkannya.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia tidur pada saat kita bermimpi, kita tidak dapat mengendalikan mimpi kita tersebut, dan setelah kita terbangun semua hal yang terjadi dalam mimpi tersebut hilang tanpa bekas. Begitu pula jika kita hanya memiliki impian tapi tidak melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian tersebut adalah sama dengan ber-mimpi pasif karena tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Oleh karena itu, kita hendaknya menjadi pemimpi-pemimpi aktif di mana kita tidak hanya berimajinasi saja tapi juga melakukan tindakan yang mendukung ke arah tercapainya impian kita. Lakukan perubahan dalam diri kita, keluar dari zona kenyamanan, dan raihlah impian kita tersebut.

Teknik Cepat analisa data Penyusunan Proposal Skripsi dan Penyelesaiannya




Teknik Cepat analisa data Penyusunan Proposal Skripsi dan Penyelesaian
Anda Pusing dengan Skripsi, Padahal Skripsi itu tidak begitu Sulit dan Rumit asalkan kita menguasai Metodologi Penelitian secar Benar, Ibarat orang berjalan Apabila arah mata angin saja Bingung bagaimana seseorang bisa sampai Tujuan, begitu Fenomena para Mahasiswa saat ini, yang Akibatnya Menghabiskan Uang dan Waktu, padahal jika mampu memahami Metodologi Secara Benar Skripsi bukanlah hal yang sulit. Sehubungan dengan hal itu, maka untuk Membantu para Mahasiswa agar tidak Terjerumus lebih dalam dari Lembah KeBingungan-kebingungan (Depresi) berkaitan dengan Masalah Skripsi tsb, Maka perlu untuk segera diPikirkan Solusi apa yang dapat mengatasinya. Karena jika hal tersebuat tidak sesegera dilakukan, Mahasiswa akan lebih Depresi, Putus Asa dan Lebih Malas lagi menyelesaikan Skripsinya.
Setelah anda memiliki bahan yang cukup, langakah berikutnya adalah analisa data penyusunan Proposal skripsi dan Penyelesaianya. Trik cepat bagaimana menganalisa data, Teknik yang saya dapat dari seorang Sarjan hukum ketika beliau masih menjadi pembimbing skripsi. sekarang beliau sudah bekerja di Jakarta sebagai Consultan di sebuah Perusahaan di Jakarta. saya sangat berkesan ketika beliau membuka rahasia bagaimana penyusunan bahan secara cepat dengan begitu banyak bahan. Ternyata teknik nya cukup sederhana hanya dengan menggunakan TABEL dengan mengelompokkan menjadi beberapa bagian.
Kolom Pertama Objek yang mau di teliti (Pokok bahasan yang mau di teliti)
Kolom Kedua Letak (Halamam bahan) untuk mempermudah mengingat2 letak jika sewaktu2 di butuhkan
Kolom Ketiga Analisa Teori (Praktek/Pelaksanaanya dari teori), Kelemahan, Kelebihan, Masalah-masalah yang muncul dalam pelaksanaan teori
Kolom Keempat Kesimpulan Sementara (Kesimpulan Bab dan Sub Bab)
Kolom Kelima Sumber Referensi/Daftar pustaka (Judul. Halaman, Url/ Halamam Website)

Dengan menggunakan tabel di atas, terbukti sangat membantu mempercepat dan mempermudah dalam penyusunan Skripsi di banding menggunakan teknik biasa. Jika anda serius dan fokus dalam waktu kurang dari 7 X 24 Jam anda bisa menyelesaikan khususnya dalam penyusunan proposal skripsi. Kendala yang sering muncul adalah antara Dosen 1 dan 2 sering terjadi perbedaan analisa, nahh ini lah menariknya skripsi, bisa cepat Finish bisa juga lambat tergantung dari keseriusan yang mengerjakan.

Sabtu, 17 Desember 2011

Makalah Kependidikan & Keguruan – MK Administrasi Pendidikan – Guru Sebagai Tenaga Profesional


PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI PROFESI KEGURUAN
 A. Pengertian Profesi Guru
Pada kegiatan belajar 1 telah kita bahasa pengertian profesi dan ciri-cirinya. Berdasarkan uraian diatas tampaknya jabatan guru belum sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai suatu profesi yang utuh, dan bahkan banyak orang berpendapat bahwa guru hanya jabatan semiprofessional atau profesi yang baru muncul (emerging profession)karena belum semua ciri-ciri diatas yang dapat dipenuhi.
Menurut Amitai Etzoioni (1969 : 89) guru adalah jabatan semiprofessional karena :
“…The training (of teacher) is shorter, their status less legitimated (low or moderate), their right to privileged communication less established; there is less of a specialized knowledge, and they have less autonomy fro, supervision or societal control than ‘the professions’…”
Guru harus dilihat sebagai profesi yang baru muncul, dan karena itu mempunyai status yang lebih tinggi dari jabatan semiprofessional, bahkan mendekati jabatan profesi penuh. Pada saat sekarang, seperti telah dijelaskan juga didepan, sebagian orang cenderung menyatakan guru sebagai suatu profesi, dan sebagian lagi tidak mengakuinya. Oleh sebab itu, dapat dikatakan jabatan guru sebagian, tetapi bukan seluruhnya adalah jabatan profesional, namun sedang bergerak kerah itu. Kita indonesia dapat merasakan jalan kearah itu mulai ditapaki, misalnya dengan adanya peraturan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa yang boleh menjadi guru hanya yang mempunyai akta mengajar yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK). Selain itu juga guru diberi penghargaan oleh pemerintah melalui Keputusan Menpan No. 26 tahun 1989, dengan memberikan tunjangan fungsional sebagai pengajar dan dengan kemungkinan kenaikan pangkat yang terbuka.
Setelah kita bahas profesionalisasi secara panjang lebar, mungkin dalam hati anda timbul pertanyaan, untuk apa dibicarakan profesionalisasi dalam dunia kependidikan ? Kalau dipahami secara baik, kriteria jabatan profesional yang telah dibicarakan diatas, maka jelaskan bahwa jabatan profesional sangat memperhatikan layanan ini secara optimal, serta menjaga agar masyarakat jangan sampai  dirugikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tuntunan jabatan profesional harus sangat tinggi. Profesi kependidikan, khususnya profesi keguruan, tugas utamanya adalah melayani masyarakat dalam dunia pendidikan. Sejalan dengan alasan tersebut jelas kiranya bahwa profesionalisasi dalam bidang keguruan mengandung arti peningkatan segala daya dan usaha dalam rangka pencapaian secara optimal layanan yang akan diberikan kepada masyarakat.
 B.   Perlunya Profesionalisasi Dalam Pendidikan
Bersedia atau tidak, setiap anggota profesi harus meningkatkan kemampuannya, demikian pula dengan guru, hams pula meningkatkan kemampuannya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Lebih khusus lagi Sanusi et. aI. (1991:23) mengajukan enam asumsi yang melandasi perlunya profesionalisasi dalam pendidikan (dan bukan dilakukan secara asal saja), yakni sebagai berikut.
  1. Subjek pendidikan adalah manusia yang memiliki kemauan, pengetahuan, emosi, dan perasaan dan dapat dikembangkan sesuai dengan potensinya; sementara itu pendidikan dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang menghargai martabat manusia.
  2. Pendidikan dilakukan secara internasional. yakni secara sadar bertujuan, maka pendidikan menjadi normatif yang diikat oleh norma-norma dan nilai-nilai yang baik secara universal, nasional, maupun lokal, yang merupakan acuan para pendidik. peserta didik dan pengelola pendidikan.
  3. Teori-teori pendidikan merupakan jawaban kerangka hipotesis dalam menjawab permasalahan pendidikan.
  4. Pendidikan bertolak dan asumsi pokok tentang manusia, yakni manusia mempunyai potensi yang baik untuk berkembang. Oleh sebab itu, pendidikan itu adalah usaha untuk mengembangkan potensi unggul tersebut.
  5. Inti pendidikan terjadi dalam prosesnya. yakni situasi di mana terjadi dialog antara peserta didik dengan pendidik yang memungkinkan peserta didik tumbuh ke arah yang dikehendaki oleh pendidik agar selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi masyarakat.
  6. Sering terjadinya dilema antara tujuan utama pendidikan, yaitu menjadikan manusia sebagai manusia yang balk (dimensi intrinsik) dengan misi instrumental yakni yang merupakan alat untuk perubahan atau mencapai sesuatu.
Dalam keseluruhan perangkat tenaga penggerak di sektor pendidikan, nampaknya tenaga pelaksana umumnya, dan guru pada khususnya merupakan salah satu mata rantai yang cukup lemah. Kalangan guru sendiri pun menyadari akan hal ini. Oleh karena itu muncullah berbagai usaha untuk menghasilkan “guru yang lebih berkualitas”.
Di banyak tempat, kita masih menemukan guru berada di dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Banyak guru yang ditempatkan di dalam ruang yang penuh sesak dengan subjek didik (anak didik) dengan perlengkapan yang kurang menjadi, dengan dukungan manajerial yang kurang mutakhir. Di tempat yang demikian itulah, guru-guru itu diharapkan melaksanakan tugas yang maha mulia untuk mendidik generasi penerus suatu bangsa. Hal ini akan bertambah lebih berat dan kompleks, bilamana dihadapkan lagi dengan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi dengan dukungan fasilitas yang minim dan dengan iklim kerja yang tidak menyenangkan. Selain itu beban guru ditambah lagi dengan berbagai tugas non-mengajar yang banyak menyita waktu dan tenaga para guru.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu pihak, serta kemajuan dan perkembangan yang dialami masyarakat serta aspirasi nasional dalam kemajuan bangsa dan umat manusia di lain pihak, membawa konsekuensi serta persyaratan yang semakin berat dan kompleks bagi pelaksana sektor pendidikan pada umumnya dan guru pada khususnya.
Pendidikan yang baik, sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat modem dewasa ini dan sifatnya yang selalu menantang, mengharuskan adanya pendidik yang baik. Hal ini berarti bahwa di masyarakat diperlukan pemimpin yang baik, di rumah diperlukan orang tua yang baik, dan di sekolah dibutuhkan guru yang baik. Akan tetapi dengan ketiadaan pegangan tentang persyaratan pendidikan profesional maka hal ini menyebabkan timbulnya bermacam-macam tafsiran orang tentang arti guru yang baik,  tegasnya guru yang profesional. Seperti sudah dikemukakan di atas, bahwa pengertian profesi guru yang balk telah menimbulkan berbagai macam tafsiran. Ada yang menginginkan ketentuan-ketentuan yang lebih ketat, supervisi yang lebih efektif dan efisien. Ada pula yang menghendaki diutamakan kelengkapan, prasarana dan sarana yang lebih memungkinkan para guru menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki sebelumnya.
Berbagai masalah di atas seperti tuntutan akan perkembangan ilmu, sikap masyarakat terhadap guru, fasilitas yang kurang memadai, dan sebagainya, namun ada hal yang memerlukan perhatian khusus, yaitu disiplin. Untuk situasi dan kondisi tertentu, maka semua masalah mungkin sama-sama perlu diperhatikan. Lepas dan kenyataan bahwa masalah disiplin kerja bukanlah sekedar ketaatan akan peraturan secara ketat, tetapi mempunyai arti yang jauh lebih luas dan dalam dan pada itu. Dengan disiplin yang ketat, cenderung untuk menjadikan manusia untuk bertingkah laku secara rutin dan bersifat mekanis, padahal pekerjaan mengajar/mendidik yang dilakukan guru memerlukan sifat-sifat kreatif dan inovatif. Oleh sebab itu, disiplin yang paling baik adalah bagaimana seorang guru dapat memahami tanggungjawabnya dan menyadari dampak negatif yang akan terjadi, jika dia (guru) tidak disiplin. Demikian pula dengan pengadaan berbagai bantuan dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan kerja yang menyenangkan, seperti pengadaan alat-alat laboratorium/workshop, bahan-bahan instruksional serta fasilitas yang dibutuhkan. Pada akhirnya dapat pula dikemukakan bahwa pengadaan gedung mewah yang penuh berisi peralatan model mutakhir, tetapi yang didiami oleh guru-guru tanpa apresiasi, kreativitas, motivasi, dedikasi serta kompetensi profesional, belumlah merupakan jaminan untuk keberhasilan pendidik, tetapi mungkin sekali akan berakhir dengan frustasi dan kekecewaan.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikemukakan bahwa dalam mencari jawaban tentang apa dan siapa itu guru yang baik memerlukan suatu tinjauan yang luas serta melingkupi berbagai segi. Sesudah itu barulah disimpulkan profil guru yang bagaimana yang dikehendaki. Jawabannya adalah guru yang profesional yang memiliki kemampuan profesional, personal dan sosial. Hal ini jelas dikemukakan oleh Winarno Surachmad (1973) bahwa: “Sebuah profesi, dalam artinya yang umum, adalah bidang pekerjaan dan pengabdian tertentu. Yang karena hakikat dan sifatnya membutuhkan persyaratan dasar, keterampilan teknis dan sikap kepribadian tertentu”. Dalam bentuknya yang modem, profesi itu ditandai pula oleh adanya pedoman-pedoman tingkah laku yang khusus mempersatukan mereka-mereka yang tergolong di dalamnya sebagai satu korps, ditinjau dan pembinaan etik jabatan. Pelembagaan profesi serupa itu tidak saja dapat memperkuat pengaruh teknis, tetapi juga pengaruh-pengaruh sosial dan politik, ke dalam maupun ke luar. Umumnya dengan mudah orang menyetujui bahwa tugas sebagai seorang guru baiknya dipandang sebagai tugas profesional. Tetapi tidak semua menyadari bahwa profesionalisasi tenaga pelaksana itu bukan hanya terletak dalam masa-masa persiapan (pendidikan pendahuluan), tetapi juga di dalam pembinaan dan cara-cara pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan perkataan lain profesionalisasi guru tidak selesai dengan diberikannya lisensi mengajar kepada mereka yang berhasil menamatkan pendidikannya. Untuk menjadi guru ini baru mencakup aspeknya yang formal. Kualifikasi yang formal ini masih perlu dijiwai dengan kualifikasi riil dan ini hanya mungkin diwujudkan dalam praktek.
 C.   Syarat-Syarat profesi Guru
Dan penjelasan di atas, dapat dikemukakan bahwa guru dianggap sebagai suatu profesi bilamana ia memiliki pernyataan dasar, keterampilan teknik serta didukung oleh sikap kepribadian yang mantap. Dengan demikian, berarti guru yang profesional hams memiliki kompetensi berikut ini.
  1. Kompetensi profesional, artinya ia memiliki pengetahuan yang luas serta dalam dan subjek matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritik, mampu memilih metode yang tepat serta mampu menggunakan berbagai metode dalam proses belajar mengajar. Guru pun harus memiliki pengetahuan luas tentang landasan kependidikan dan pemahaman terhadap subjek didik (murid).
  2. Kompetensi personal, artinya memiliki sikap kepribadian yang mantap, sehingga mampu menjadi sumber identifikasi bagi subjek. Dengan kata lain, guru hams memiliki kepribadian yang patut di teladani, sehingga mampu melaksanakan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara, yaitu tut wuri handayani, ing madya mangun karso, dan ing ngarso sung tulodo.
  3. Kompetensi sosial, artinya ia menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama teman guru, dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas.
  4. Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan nilai kemanusiaan daripada nilai benda material. Apabila seorang guru telah memiliki kompetensi tersebut di atas, maka guru tersebut telah memiliki hak profesional karena ia telah dengan nyata memenuhi syarat-syarat berikut ini.
    1. Mendapat pengakuan dan perlakuan hukum terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tanggung jawabnya.
    2. Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat.
    3. Menikmati kepemimpinan teknis dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efisien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari.
    4. Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar terhadap usaha-usaha dan prestasi yang inovatif dalam bidang pengabdiannya.
    5. Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun secara institusional.
Dalam usaha membangun manusia Indonesia seutuhnya, maka para gurulah merupakan perangkat pelaksana yang terdepan. Kalau bidang teknik, kedokteran, pertanian, industri dan lain-lain adalah untuk kepentingan manusia, maka guru bertugas untuk membangun manusianya. Hal ini tentu memerlukan persyaratan tertentu untuk dapat melaksanakan tugas tersebut di atas yaitu guru sebagai suatu profesi, sebagai perpaduan antara panggilan, ilmu, teknologi, dan seni, yang bertumpu pada landasan pengabdian dan sikap kepribadian yang mulia.
Pada hakikatnya tugas guru tidak saja seharusnya diperlukan sebagai suatu tugas yang profesional, tetapi adalah wajar bilamana melihatnya sebagai suatu profesi utama, karena mengajar, antara lain berarti turut menyiapkan subjek didik ke arab berbagai jenis profesi. Dikaitkan dengan angkatan kerja maka implikasinya ialah guru merupakan angkatan kerja utama, karena guru merupakan tenaga yang turut menyiapkan tenaga pembangunan lainnya.
Setelah mengkaji uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa di atas pundak guru terdapat beban yang berat dan semakin menantang, karena memang tugas guru adalah sedemikian berat dan akan semakin berat dengan majunya masyarakat serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka sudah sewajarnya apabila kepada setiap guru diberikan jaminan sepenuhnya agar supaya ia menghayati haknya sebagai seorang petugas profesional. Kepada para guru, sudah saatnya Anda untuk meningkatkan kemampuannya, sejalan dengan semakin meningkatnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru.
 D.   Ciri-Ciri Profesional Keguruan
Ciri-ciri profesionalisasi jabatan guru akan mulai nanipak, seperti yang dikemukakan oleh Robert W. Richey (1974) sebagai berikut.
  1. Para guru akan bekerja hanya semata-mata memberikan pelayanan kemanusiaan daripada usaha untuk kepentingan pribadi.
  2. Para guru secara hukum dituntut untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan lisensi mengajar serta persyaratan yang ketat untuk menjadi anggota organisasi guru.
  3. Para guru dituntut memiliki pemahaman serta keterampilan yang tinggi dalam hal bahan pengajar, metode, anak didik, dan landasan kependidikan.
  4. Para guru dalam organisasi profesional, memiliki publikasi profesional yang dapat melayani para guru, sehingga tidak ketinggalan, bahkan selalu mengikuti perkembangan yang terjadi.
  5. Para guru, diusahakan untuk selalu mengikuti kursus-kursus, workshop, seminar, konvensi serta terlibat secara luas dalam berbagai kegiatan in service.
  6. Para guru diakui sepenuhnya sebagai suatu karier hidup (a life career).
  7. Para guru memiliki nilai dan etika yang berfungsi secara nasional maupun secara lokal.

“ PENGOPERASIAN BOILER SERTA CARA PERAWATANNYA”


PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di kapal-kapal tangker untuk  menunjang kelancaran pelayanan dan pelayaran dibutuhkan pesawat-pesawat bantu di antaranya adalah auxiliary boiler di mana berfungsi sebagai penghasil uap panas yang akan di gunakan untuk memanaskan muatan, memompa keluar muatan, memanaskan bahan bakar, sebagai pengontrol suhu udara bila kita berlayar di daerah dingin dan di gunakan untuk keperluan lainnya.
Boiler di tuntut untuk selalu dapat menghasilkan uap panas yang mencukupi sesuai kebutuhan di atas kapal. Tersedianya uap panas merupakan
hal yang mutlak bagi kelancaran operasional permesinan yang membutuhkan uap panas. Pelayaran dan pelayanan dapat terganggu jika penghasilan uap panas ada masalah karena kita tidak tahu cara pengoperasian yang aman dan benar sehingga boiler mengalami gangguan atau mengalami kerusakan.
Di latar belakangi pentingnya pengoperasian boiler yang aman dan benar untuk menunjang kinerjanya agar selalu dalam keadaan yang selalu siap beroperasi dan prima maka dalam makalah ini kami akan mencoba menguraikan tenteng :
“ PENGOPERASIAN BOILER SERTA CARA PERAWATANNYA”


BAB II
PEMBAHASAN
  1. PENGERTIAN BOILER
Adalah suatu kenyataan bahwa sampai saat ini masih banyak kapal-kapal yang menggunakan instalasi tenaga uap, baik itu instalasi induk maupun untuk penggunaan pesawat bantu. Di kapal tanker uap hasil dari boiler tersebut biasanya di gunakan sebagai pemanas, baik pemanas bahan bakar, pemanas ruangan, pemanas air, pemanas cargo ataupun untuk keperluan yang lain sehingga operasional kapal dapat berjalan lancar.
Boiler atau boleh juga kita sebut juga dengan ketel uap adalah sebuah bejana tertutup yang dapat membentuk uap dengan tekanan lebih besar dari sari atmosfer dengan jalan memanaskan air boiler yang berada di dalamnya dengan gas-gas panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Sebuah boiler atau ketel uap harus di lengkapi paralatan dapat membantu kinerjanya sehingga operasional boiler berjalan dengan aman. Boiler atau ketel uap harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:
  1. Dapat menghasilkan uap dengan berat tertentu dalam waktu tertentu pula, dan tekanannya lebih besar dari satu atmosfer.
    1. Kadar air yang di hasilkan pada uap panas harus sedikit mungkit.
  2. Kalau memakai alat pemanas lanjut uap, maka suhu uap pada pemakaian uap yang terakhir tidak berubah terlalu banyak.
    1. Uap harus di bentuk dengan jumblah bahan bakar sehemat mungkin.
  3. Jika pemakaian uap berubah-ubah, maka tekanan uap tidak boleh berubah banyak.
B.JENIS BOILER DAN APPEDANSINYA / PERLENGKAPANNYA
Pada kapal-kapal motor penggunaan uap sudah barang tentu hanya di gunakan pada pesawat bantu saja. Sedangkan pada kapal-kapal uap, penggunaan utama dari uap adalah untuk menggerakkan mesin induk, sedangkan penggunaan lain adalah untuk keperluan pesawat bantu. Maka dari itu boiler atau ketel uap dapat di bedakan menurut zat-zat yang mengalir kedalam pipa-pipa, yaitu:
  1. a.      Ketel Pipa Api
Adalah sebuah ketel di mana gas-gas pembakaran mengalir di dalam pipa-pipa sedang di luarnya mengalir air ketel.
  1. b.      Ketel Pipa Air
Adalah sebuah ketel di mana air boiler mengalir di dalam pipa-pipa sedangkan di luarnya terdapat gas-gas pembakaran.
Telah kita ketahui bahwa boiler harus di lengkapi dengan appedansi dan beberapa peralatan agar boiler dapat berjalan lancar dan untuk menjamin keamanan boiler. Menurut hukum uap maka yang termasuk dalam appendansi adalah:
  1. Yang berhubungan dengan ruang uap.
  • Katub keamanan
Katub ini mempunyai fungsi untuk mencegah agar tekanan di dalam boiler tidak melebihi dari tekanan kerja yang ditentukan menurut peraturan.
  • Katub utama dan bantu
adalah katub yang dipakai untuk mengatur pemberian uap untuk pemanasan muatan, sedangkan katub bantu dipergunakan untuk mengatur aliran ke pesawat-pesawat bantu.  Katub harus dipasang sedekat mungkin dengan boiler dan katub harus dapat di buka dan ditutup dengan baik dan lancar.
  • Manometer
Alat ini untuk menunjukkan dan mengetahui tekanan uap sambungan yang berada dalam sebuah ketel dengan jelas dan tepat, dengan adanya manometer ini pengoperasian boiler akan lebih aman.
b.   Yang berhubungan dengan ruang air.
  • Katub pengisian boiler
Fungsi katub ini adalah untuk mengatur jumlah air pengisian yang masuk ke dalam boiler dan mencegah air boiler tidak kembali ke saluran pengisian.
  • Kran Spui atau Blow down.
Adalah untuk mengeluarkan sebagian atau seluruhnya air boiler untuk membuang kotoran yang mengendap di bagian bawah boiler.
  • Gelas Penduga
Adalah sebagai pengontrol air yang ada di dalam boiler.
Disamping itu ada alat tambahan, tapi tidak termasuk appendansi yaitu  :
  • Kran Brain
  • Kran Garam
  • Garis Api
  • Plat stempel
Pada boiler modern, disamping alat-alat tersebut masih dilengkapi dengan alat-alat lain untuk mempertinggi daya guna boiler, yaitu  :
  1. Pemanas uap lanjut atau OVO
  2. Pemanas udara atau LUVO
  3. Pemanas awal air pengisi ketel atau ECO
C.PENGOPERASIAN BOILER
  1. 1.      Persiapan Pengoperasian.
Yakinkan bahwa alat-alat di bawah ini telah dilakukan pengecekan sebelum pengoperasian boiler dilakukan.
  1. Water Level Gauge atau Petunjuk Level Air
Drain cock harus ditutup penuh juga gauge cock bagian atas dan bawah dari petunjuk level air, yakinkan bahwa level air yang diinginkan dari drum boiler dapat diindikasi oleh petunjuk level air.  Bagaimanapun juga petunjuk level air menunjukkan bahwa level air tidak boleh berada di bawah dari level air yang aman di saat terjadi perubahan naik turunnya level air secara berkala terhadap kenaikan suhu air pada boiler.
  1. Pressure Gauge atau Penunjuk Tekanan.
Yakinkan Drain Cock terbuka penuh dan jarum menunjukkan angka nol.  Petunjuk tekanan ditempatkan dibawah sehingga mudah untuk dilihat.
  1. Blow Off Valve atau Kran Blow Down.
Yakinkan kran tengah dan kran blow down di kapal tertutup penuh.  Segera lakukan tindakan yang perlu dilakukan jika ada kebocoran pada sistem ini.
  1. Water Feed Valve atau Kran Air Pengisian.
Jaga kran stop air pengisian selalu terbuka untuk menambah air tiap saat guna level air dapat terkontrol.  Tutup kran pengecek air pengisian agar tidak ada penambahan dalam pemakaian kapasitas air pengisian yang berlebihan.
  1. Steam Stop Valve atau Kran Stop Uap.
Dengan membuka atau menutup pengendali kran ini, yakinkan bahwa kran tertutup penuh.
  1. Safety Valve atau Kran Keamanan.
Yakinkan tidak ada kesalahan yang terjadi dalam membuka kran pembagi secara manual (The Manual Valve Opening Device) dan juga pipa drain pada body di buka.
  1. Air Vent. Valve atau Kran Ventilasi Udara.
Buka kran ventilasi udara secara penuh ketika steam pertama kali dialirkan, dan tutup kembali setelah itu udara yang masuk ke dalam  boiler dibuang.
  1. Other Unit atau Unit Lainnya.
Hindari kesalahan selama pengoperasian, cek unit lainnya secara teliti dan cermat.
2.  Pemanasan Bahan Bakar
    Salah satu syarat sempurnanya pembakaran bahan bakar adalah adanya pemanasan dan penyampuran yang baik antara bahan bakar dengan udara juga adanya panas yang sesuai.  Maksud diadakannya pemanasan pada bahan bakar adalah   :
  1. Supaya minyak menjadi encer sehingga mudah dipisahkan atau dibersihkan dari kotoran serta mencapai viscosity pengabutan yang sempurna.
  2. b.       Dengan suhu setinggi mungkin minyak dapat dengan mudah dipompakan sampai di pembakaran oleh karena viscositas yang sudah rendah maka pengabutan minyak akan berjalan dengan lancar dan segera bisa dibakar.
Pemanasan dilakukan sampai mencapai suhu sekitar 10° C dibawah titik nyala dan viscositasnya kira-kira 2° Engler.  Jika pemanasan melampaui titik nyala, maka akan timbul kesukaran selama dalam perjalanan ke pembakaran dikarenakan suhu yang tinggi mengakibatkan pengendapan pada pipa yang nantinya akan melekat di pipa sehingga akan memperkecil saluran pipa.
3. Pembakaran Bahan Bakar.
Bahan bakar minyak pada dasarnya mengandung unsur-unsur kimia karbon (C), hidrogen (H) dan sedikit belerang (S).  Masing-masing unsur tersebut dalam proses pembakaran dengan unsur oksigen (O2) dari udara akan menimbulkan panas.  Secara sederhana reaksi kimia dalam proses pembakaran tersebut dapat dituliskan sebagai berikut  :
C       +        O2          ®             CO 2         +       panas
2H2   +        O2          ®              2H2O       +      panas
S        +         O2         ®              SO2         +      panas
Dari reaksi diatas ternyata pada proses pembakaran dihasilkan H2O yaitu air.  Disinilah yang menyebabkan perbedaan pendapat terhadap jumlah panas yang dihasilkan.  Untuk dapat mencapai suatu pembakaran yang sempurna, maka perbandingan antara jumlah minyak dan udara harus baik.  Agar diperoleh pembakaran  yang  sempurna  dibutuhkan  :
  1. Minyak opak ketel harus bersih dari segala kotoran yang sifatnya padat atau cair.
  2. Minyak harus dipanasi lebih dahulu sampai suhu tertentu.
  3. Saat meninggalkan mulut pembakaran minyak mempunyai kecepatan yang cukup dan dalam keadaan dikabutkan bisa terbakar dan tidak akan mengenai dinding pembakaran.
  4. Udara yang masuk mempunyai kecepatan yang cukup dan mempunyai cara penyampuran dengan bahan bakar dengan baik sehingga tiap bagian dari minyak terbakar habis. Untuk itu cara memasukkan udara ke dalam dapur pembakaran mengikuti arah suatu perputaran, dan udara yang masuk harus dipanasi agar bisa membantu terlaksananya pembakaran.
4.  Pengoperasian Boiler
  1. Feed Water to the boiler atau air pengisian ke boiler
  • Buka semua kran air pengisian dari tangki cascade ke boiler begitu juga dengan ventilasi udara dari feed pump dan sistemnya.
  • Nyalakan sumber tebaga dari boiler.
  • Pindahkan pompa  pengisian dari manual ke otomatis.  Juga pilih pompa pengisian No.1 atau No.2.
  • Tekan tombol untuk pengoperasian  pompa pengisian dan pastikan pilot lamp menyala, pilot lamp menyala untuk level air rendah juga buzzer alarm level air rendah.
  • Pastikan motor pompa pengisian berjalan dengan halus dan panasnya tidak berlebihan.
  • Pastikan compound gauge dan pressure gauge bekerja dengan normal
  • Cek sistem pipa dari kebocoran.
  • Hidupkan stop switch untuk alarm buzzer level air rendah.
  1. Ventilasi udara dari sirkulasi bahan bakar
  • Buka semua kran sistem bahan bakar.
  • Tutup kran cock dari kran pengembalian bahan bakar, juga udara ventilasi dari sistem bahan bakar dan pompa pengisian.
  • Naikkan setting dari alarm termostat suhu rendah sesuai sirkulasi dari bahan bakar.
  • Pindahkan pembakaran ke pengoperasian otomatis dan pindahkan switch pembakaran ke posisi ON.
  • Buka cock ventilasi udara pada pipa pengembalian bahan bakar untuk semua pembuangan udara dari sisem.
  • Cek sistem bahan bakar dari kebocoran.
  • Pastikan motor poma bahan bakar dan fan force drop berjalan lembut dan panasnya terkontrol.
  • Pastikan bahwa termometer mencatat sesuai dengan suhun pemanasan bahan bakar dan tidak ada kebocoran saat melewati pipa nozzle.
  1. Pembakaran
  • Jika suhu pemanasan bahan bakar sudah sesuai dan tidak ada masalah dalam setiap unitnya, nyalakan termostat alarm pada suhu normal.
  • Pembuangan air setiap 35 menit.
  • Pembakaran mulai beberapa detik setelah lampu pilot pembakaran menyala.
  • Pemeriksaan saat pembakaran
    • Warna, tingkat pengabutan dan stabilitas penyalaan
    • Warna asap, bocornya gasbuang dari sisi atas dan pelindung.
    • Getaran tidak normal.
    • Jika terjadi masalah segera hentikan pembakaran dan cek tekanan minyak, suhu minyak, dan ujung nozzle.
    • Buka kran uap utama perlahan-lahan untuk mencegah ketukan air dalam sistem.
    • Periksa sistem dari kebocoran
  1. Shut down atau pembuangan
  • Menaikan tekanan uap mendekati maksimum tekana kerja normal
  • Tutup kran uap utama, blow off permukaan air.
  • Pembakaran di nyalakan kembali, mendekati maksimum tekanan kerja normal.
  • Matikan switch pembakaran, tekan pengunci penghentian pengoperasian dan putus sumber tenaga listrik.
  • Tutup kran sistem pengisian, periksa level air dalam tanki cascade dari jumblah minyak dalam tanki harian sebelum penutupan kran utama.
  1. Cold starting atau jalankan pada kondisi dingin
Keyika tekanan uap jatuh pada nol atau khususnya dalam kasus ini adalah percobaan pengoperasian atau boiler baru, perhatikan hal-hal di bawah ini :
  • Sejak bagian dalam boiler dingin hindari penyalaan pembakaran tiba-tiba. Jangan menikan tekanan uap tiba-tiba tapi ambil waktu yang baik sampai tekanan naik ke 1 Kg/cm².
  • Periksa semua sistem dan lakukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yamh tidak diingikan.
D.KOROSI PADA BOILER
a. Bentuk Korosi Pada Boiler.
Dalam bab ini akan diuraikan berbagai bentuk korosi yang terdapat pada boiler. Korosi dapat terjadidi sisi air dan di sisi gas asap bahan. Yang di maksud dengan korosi adalah penyentuhan yang tidak disukai pada bahan oleh pengaruh kimia dipermukaannya. Korosi di sisi air dapat di cegah dengan penanganan air secara baik, sedangkan korosi di sisi gas lebih rumit. Pencegahannya terutama terletak di bidang konstruksi, dalam arti kata dalam bentuk boiler, pola pemipaan, letak pemanas lanjut, pengaturan suhu pendingin gas asap, dan sebagainya. Rancangan boiler masa kini terutama di tunjukkan pada pencegahan korosi di sisi gas asap.
Terkecuali logam mulia emas, perak dan platina logam terdapat dalam alam sebagai oksida, dalam arti kata bersenyawa dengan zat asam. Pengolahan logam murni untuk penerapan praktis terjadi melalui proses reduksi sebagai berikut :
MeO   +   R    ®      Me    +    RO
MeO adalah oksida logam, R sarana reduksi, Me logam dan RO oksida sarana reduksi. Misalnya reduksi Fe2O3dengan CO, seperti berlangsung dalam dapur tinggi adalah sebagai berikut :
Fe2 O3      +     3CO    ®    2Fe    +     3CO2
Walaupun kebanyakan logam tidak dalam bentuk murnimnya tetapi                 di terapkan sebagai paduan, logam akan mencoba kembali ke bentuk asalnya yaitu oksida. Karena itu oksida dianggap sebagai gejala alami. Pemberantasannya setiap tahun membutuhkan biaya yang sangat besar untuk perbaikan dan sarana pemberantasan di satu pihak dan rugi bahan di lain pihak. Korosi dapat di bagi dalam arti manifestasinya, yaitu :
  1. Penyentuhan di seluruh permukaan.
  2. Penyentuhan setempat (pembentukan kubangan, lekukan).
  3. Garis antar kristal, yaitu penyentuhan di batas-batas kristal pada atau dekat bawah permukaan.
Bagian lain adalah menurut mekanisme korosi :
  1. Korosi kimia murni.
  2. Koroso elektro kimia
b. Penyebab Korosi Pada Boiler
  1. 1.  Pengkorosian disebabkan oleh air boiler
Korosi akan terjadi pada bagian dimana air di uapkan secara terus-menerus bila corong asap di atas ruang pembakaran dan menunjukkan pipa air menuju ruang pembakaran, saat beberapa korosi terjadi segera atasi dengan reaksi kimia, ketika reaksi berlangsung cepat maka korosi terjadi tidak sampai mengakar. Jika, bagaimanapun melakukan pencucian dengan reaksi kimia akan memperlambat terjadinya korosi. Beberapa penyebab terjadinya korosi adalah kelalaian dalam blow off, tidak bersihnya pembersihan dalam boiler, tidak cukupnya sirkulasi air boiler dan pemakaian berlebihan.
2.Korosi yang di sebabkan oleh zat-zat lain
  1. Reaksi gas dalam air boiler
Besi berkarat atau berkorosi akibat terendam dalam air atau suhu yang tinggi dan pemakaian bahan yang mudah korosif. Dalam kasus ini terkandungnya oksigen dalam penyediaan air sangat bagus untuk pengubangan atau pelubangan, kejadian ini bagian dalam ruangan uap     dimana kurangnya pergantian air, jalannya air dari drum boiler dan pipa-pipa, pipa air dan economiser. Asam karbon hasil dari karbon dioxida ketika pelarutan dalam air dan bereaksi dengan besi untuk menghasilkan karbon besi. Karbon besi bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan oksida besi kedua. Sejak proses reaksi ini berlangsung di mana karbon dioksida terbebaskan, dengan demikian mempercepat siklus pengkorosian lainnya.
  1. Korosi oleh alam
Satu bagian dari pengubangan atau pelubangan, perluasan area pengkorosian di sebabkan oleh terpisahnya asam-asam dalam air boiler dan terpisahnya asam besar/gemuk dari binatang atau tanaman tenunan dalam air boiler.
  1. Korosi oleh garam
Korosi magnesium klorida pada boiler terjadi sampai berakar. Keadian ini karena terpisahnya hasil asam hidroklorik dalam air boiler dan ini tidak berhenti dalam pelubangan tapi berhenti dalam bentuk karat skala ikan melakukan perluasan, dimana sering terjadi dalam bagian-bagian menunjukkan untuk kuatnya panas dimana gelembung-gelembung udara sukar untuk di lepaskan.
  1. Korosi oleh uap panas yang nerlebihan.
Uap adalah pemisah dalam hidrogen dan oksigen ketika suhu dari permukaan baja naik menjadi 400 degrees centrigrade atau lebih tinggi. Oksigen adalah pengkorosi bagian penampang baja.
E. AIR BOILER DAN AIR PENGISI BOILER
  1. a.      Pengertian air boiler dan air pengisi boiler
Kita memerlukan air yang sangat murni untuk mengisi boiler dan untuk menambah akibat dari kebocoran  yang terjadi dalam peredaran lingkar yaitu memanaskan  —   menguap   —   mengkondensasi dengan maksud memberi energi. Untuk maksud ini berbagai pesawat terdapat dalam peredaran lingkar yaitu ketel uap  —   turbin   —   kondensor dan pesawat bantu lainnya seperti pompa, pemanas muatan, pemanas bahan bakar dan sebagainya.
Selama peredaran lingkar terdapat rugi air 2%, rugi ini harus         di ganti. Di kapal laut, hal ini di lakukan degan penguapan air laut. Uap       di kondensasi lagi dan sebagai air suling di simpan dalam tanki persediaan, dari tanki ini di masukkan kembali dalam peredaran lingkar tetapi masih banyak kapal mengambil persediaan air pengisi boiler dari darat.
Jadi pengertian dari air pengisi boiler adalah air yang di sediakan untuk menambah air boiler yang telah hilang dalam peredaran lingkar. Sedangkan air boiler adalah air yang telah ikut atau mengalami peredaran dalam siklus terjadinya uap, hingga di kondensasi, dan jadi uap lagi.
  1. b.      Syarat air pengisi boiler
Pada prinsipnya air pengisi harus memenuhi beberapa syarat, yaitu :
  • Sejauh mungkin gas O2 dan CO2 terbatas, yang terlarut dalam air boiler menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi terhadap logam atau pipa besi pada boiler.
  • Kadar garam dapur (NaCl dan Na2SO4) serendah mungkin sebab garam ini menyebabkan air boiler mendidih.
  • Jika air pengisi boiler terjadi endapan, maka harus dalam keadaan yang dapat di keluarkan dari boiler.
  • Air pengisi harus bersifat tidak agresif pada besi, cenderung Ph ke arah basa.
  1. c.       Penanganan air boiler dan air pengisi boiler
    1. Pelunakan thermis pada air pengisi boiler
Hal ini dilakukan di luar boiler di dalam apa yang di sebut deaerator, pembuang gas atau pembuang angin. Sebuah alat pemanas muka campur, di mana kondensat di campur dengan uap. Suhu campuran kira-kira 110ºC. Bikarbonat diuraikan sebagai berikut :
Ca(HCO3)2   +    Q    ®    CaCO¯    +    H2O    +    CO­
Mg(HCO3)2    +     Q   ®   Mg(OH)2¯    +     2CO­
CaCO3 dan Mg(OH)2 sebagai lumpur halus oleh air di bawa ke dalam boiler. Dengan zat-zat lainnya dalam air boiler di coagulasi menjadi lumpur halus mengambang yang dengan mudah dapat di kuras.
  1. Pelunakan kimia pada air boiler
Setelah pelunakan thermis, kekerasan sementara hilang, berarti bahwa ion Ca++ dan Mg++ yang terikat pada HCO3 hilang, kini dalam air masih ada Na++, SO4– – dan Cl. Ca++ dan Mg++ harus terikat sedemikian rupa sehingga zat yang tidak menghasilkan endapan yang membahayakan (batu boiler) dan mudah dapat di kuras. Untuk pelunakan kimia ini dapat di pergunakan Na2Co3 (soda), Na2Co3 dalam keadaan tertentu terurai sebagai berikut :
Na2CO3    ®     2Na+    +     Co3– –
Dalam boiler timbul CO2 yang tidak dikehendaki, sedangkan Ph air naik, karena ion-ion Hdi tarik dari air juga di pertahankan adanya kelebihan PO4 sebanyak 15 s/d 25ppm PO4. Pada kelebihan PO4 tidak ada lagi Ca++ karena diubah menjadi :
2PO4     +     3Ca++     ®      Ca3(PO4)2 ¯
Fosfat kalsium tudak larut dan di singkirkan pada aktu pengurasan. Pelunakan air di katakan di bawah kontrol apabila di pertahankan kelebihan PO4 tertentu untuk Ca++ dan Ph tertentu untuk Mg++, juga karena alasan lain bahwa air boiler mempunyai Ph tertentu (korosi). Pelunakan air perlu karena pada kondensor yang agak bocor Ca++ dan Mg++ masuk ke dalam sistem air pendingin. Dengan ini suplai Ca++ dan Mg++ masuk ke dalam sistem.
  1. Pengawasan terhadap air boiler dan air pengisi boiler.
Pada dasarnya pengawasan yang di lakukan pada air boiler dan air pengisi boiler adalah sama yang meliputi beberapa hal, yaitu :

NOPEMERISAANSATUANNILAI
1PH
2ALKALINITAS-P
3ALKALINITAS-M
4ZAT ASAM
5HIDRASIN
6FOSFAT
7KHLORIDA (Cl)