Rabu, 02 November 2011

Arkeolog Menemukan Jaringan Otak Tertua di Dunia yang Masih Terawetkan Dengan Baik

Arkeolog mengklaim temukan otak tertua di dunia milik pria yang dikorbankan untuk upacara ritual di Zaman Besi, Inggris. Yang menarik, otak itu masih menyimpan jaringan.


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1368082.jpg

Ilmuwan yang menemukan tengkorak di sebuah lubang berlumpur saat melakukan penggalian di sekitar kawasan University of York, Heslington, Inggris, mengaku terkejut mendapati jaringan otak masih tersimpan di tengkorak itu.

Tes membuktikan otak itu milik seorang pria yang hidup di zaman besi dan tewas dengan cara mengerikan, 2.500 tahun lalu. Namun ilmuwan bingung bagaimana bisa jaringan otak yang biasanya membusuk selama beberapa tahun berhasil bertahan dalam jangka waktu yang begitu lama.

"Keberadaan otak yang terkubur begitu lama sangatlah aneh dan jarang terjadi," kata Sonia O'Connor, ahli arkeologi di University of Bradford.

"Otak itu menjadi objek yang sangat menarik karena diawetkan dengan baik. Ini menjadi otak tertua yang pernah tercatat sepanjang sejarah di Inggris dan menjadi salah satu otak tertua di dunia," kata O'Connor.

Ahli menyebutkan otak itu diperkirakan milik pria berusia 26-45 yang meninggal dengan cara digantung kemudian kepalanya dipenggal dan dikubur terpisah dengan tubuhnya.

Ilmuwan kini menyelidiki bagaimana protein dan lipid yang ditemukan di otak itu masih tersimpan dan bagaiamana pria itu mati kemudian dikuburkan.

“Ini adalah penyelidikan yang paling lengkap untuk benar-benar mengerti bagaimana otak bisa bertahan ribuan tahun, sedangkan jaringan lunak lainnya telah membusuk," ujar O'Connor lagi.

Bintik Misterius di Planet Uranus

Kebanyakan orang berpikir bahwa Uranus adalah planet yang tidak menarik. Planet yang memiliki kandungan air, metana, dan amonia dalam bentuk es dan sering disebut sebagai "es raksasa" ini kalah populer dibanding Mars, Jupiter, atau bahkan Pluto yang sudah mantan planet.

Namun, penemuan ahli keplanetan Larry Sromovsky membuat banyak orang bertanya-tanya. Sromovsky dengan teleskop Gemini 8,1 meter menemukan adanya bintik aneh di Uranus. Bercak serupa awan itu diduga merupakan erupsi es metana yang membumbung ke atmosfer Uranus.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/31/1639544620X310.jpg

Heidi B Hammel, pakar ilmu keplanetan lain yang juga terlibat penelitian, menggunakan Facebook untuk mengumumkan hasil penemuannya. Ia mengajak orang, termasuk astronom amatir, untuk mengobservasi bintik itu lebih lanjut. Jika informasi telah cukup, maka pengamatan dengan teleksop Hubble akan dilakukan.

Hammel menjelaskan, "Alasan kita peduli pada 'awan' di planet Uranus sebabnya ialah sepertinya fenomena itu bersifat musiman."

Ia menjelaskan, Uranus berputar miring pada sisinya sehingga memberi perubahan cahaya matahari ekstrem ketika musim berubah. Perubahan yang terjadi bahkan lebih dramatis daripada yang ada di planet lain.

"Uranus memberi kita wawasan tentang keseimbangan energi di atmosfer suatu planet," tambah Hammel seperti dikutip Discovery, Jumat (28/10/2011).

Ektremnya perubahan musim terbukti dari lamanya tiap-tiap area Uranus mendapat sinar Matahari. Selama 84 tahun revolusi (berdasarkan waktu Bumi), belahan utara Uranus menerima cahaya secara terus-menerus, sementara selama 42 tahun juga, belahan selatan Uranus gelap total.

Tidak tahu apakah para astronom amatir bisa memecahkan misteri ini karena keterbatasan peralatan. Namun yang jelas, Uranus kini juga bisa menjadi salah satu obyek yang bisa diteliti.

Sumber :
kompas.com

Arkeolog Temukan Tambang Baja Berusia 12 Ribu Tahun

Para arkeolog telah menemukan sebuah tambang baja oksid berusia 12 ribu tahun di Chile, yang merupakan bukti tambang tertua yang pernah ditemukan.

Laporan yang akan dipublikasikan dalam jurnal Current Anthropology menungkap bahwa tim peneliti yang dipimpin oleh Diego Salazar dari Universidad de Chile, menemukan tambang sedalam 40 meter di kota pantai Taltal, selatan Chile.



Tambang tersebut digali oleh orang-orang Huentelauquen, yang pertama menempati wilayah tersebut. Demikian seperti yang dikutip oleh Eurika Alert.

Orang-orang Huentelauquen menggunakan baja oksid untuk mewarnai batu dan tulang yang dijadikan aksesoris mereka. "Mungkin juga untuk mewarnai tubuh dan pakaian mereka," ungkap para peneliti.

"Ini membuktikan bahwa pertambangan sudah dikenal sejak lama, dan membutuhkan kemampuan khusus," tulis Salazar di Current Anthropology.

Sekira 700 kubik meter dan 2 ribu ton batu digali dari tambang tersebut. Usia karbon yang ditemukan pada arang kayu dan kerang dalam tambang tersebut mengisyaratkan kalau situs tersebut berusia 12 ribu tahun, yang kemudian digunakan kembali sekira 4.300 tahun yang lalu.

"Eksploitasi lebih dari seribu tahun pada tambang tersebut, mengindikasikan pengetahuan mengenai lokasi, zat yang terkandung di dalamnya, serta teknik penggaliannya, sudah diwariskan selama berabad-abad oleh masyarakat Huentelauquen," tulis pihak peneliti.

Sebelum penemuan ini, sebuah tambang tembaga kuno juga ditemukan di wilayah Amerika Utara yang berusia sekira 4.500 tahun.

Penemuan Arkeologi Teraneh dan Misterius

Banyak penemuan arkeologi aneh telah dibuat dalam sejarah modern. Ratusan artefak telah digali yang membuat bingung ilmuwan dan menantang manusia modern untuk melihat sejarah. Banyak objek-objek ini telah diberi label artefak yg tak sesuai pada tempatnya atau anakronisme.Penemuan-penemuan arkeologi selalu kontroversial dan komunitas ilmiah sangat selektif dalam hal apa yang mereka terima sebagai sebuah kenyataan. Setiap objek dalam daftar ini telah dituduh sebagai suatu tipuan yang rumit. Dalam banyak kasus, konspirasi adalah satu-satunya penjelasan, tanpa menulis ulang buku-buku sejarah yang luas di dunia. Artefak ini menceritakan kisah peradaban kuno, kontrak trans-samudera Pra-Columbus, dan kemajuan teknologi misterius. Banyak dari penemuan arkeologi ini yg menjadi tantangan bagi teori evolusi, serta keyakinan agama.
Berikut ini adalah penemuan arkeologi yg aneh & kontroversial. cekidut :
Acámbaro Figures
Spoiler for Acámbaro Figures:
Discovered:1944
Quote:
Acámbaro Figures adalah koleksi patung keramik kecil yang diduga ditemukan di Acámbaro, Guanajuato, Meksiko.Ditemukan oleh Waldemar Julsrud pada bulan Juli 1944. Menurut laporan, Julsrud menemukan artefak ini saat menunggang kuda di daerah Acámbaro. Dia menyewa seorang petani lokal untuk menggali tokoh yang tersisa, membayar dia untuk setiap objek yang ia temukan. Akhirnya, petani dan asistennya menemukan lebih dari 32.000 Figures, termasuk representasi dari segala sesuatu dari dinosaurus dan orang-orang dari seluruh dunia, termasuk Mesir, Sumeria, dan Kaukasia. The Acámbaro Figures telah disebut sebagai artefak palsu, seperti yang jelas terlihat sebagai buatan manusia dan menggambarkan berbagai macam spesies dinosaurus. Menurut semua buku-buku sejarah, manusia tidak tinggal di zaman dinosaurus. Setelah penemuan ini, banyak kreasionis dari seluruh dunia memproklamasikan penemuan ini sbg artefak yang sah. Jika figures ini asli, bisa berdiri sebagai bukti kredibel untuk hidup berdampingan dengan dinosaurus dan manusia, yang akan sangat merusak teori evolusi dan menawarkan dukungan untuk penafsiran literal dari Alkitab.Upaya telah dilakukan untuk menentukan umur dari artefak ini menggunakan Termoluminesensi, dan hasilnya menunjukkan tanggal sekitar 2.500 SM. Seorang pria bernama Don Patton mengklaim dia menemukan usia radiokarbon untuk angka-angka mulai dari 6500 tahun ke 1500 tahun yang lalu, Namun, obyek berada dalam kondisi sangat baik dan tidak menunjukkan bukti karakteristik yang telah di dalam tanah selama minimal 1500 tahun. Jika mereka artefak otentik, mereka harus tergores dan dirusak oleh tanah berbatu, yang merupakan karakteristik dari objek lain yang ditemukan di daerah Meksiko. pendukung lain dari penemuan ini mengklaim bahwa detail yang luar biasa dari dinosaurus menggambarkan sebuah pengalaman langsung dengan makhluk itu (dinosaurus). Sampai saat ini, tidak ada arkeolog atau paleontologi kredibel yg menerima ini sebagai sebuah penemuan yg valid.
The Dropa Stones
Spoiler for The Dropa Stones:
Discovered:1938
Quote:
Pada tahun 1938, sebuah ekspedisi arkeologi telah dikirim untuk menyelidiki wilayah terpencil di Pegunungan Baian-Kara-Ula di perbatasan yang memisahkan Cina dan Tibet. Kelompok ini menemukan serangkaian gua di puncak gunung. Gua berisi koleksi besar kuburan dan dinding-dindingnya dihiasi dengan gambar orang dengan kepala memanjang bersama dengan gambar matahari, bulan dan bintang-bintang. Para arkeolog menemukan kuburan dan menemukan sisa-sisa makhluk kuno. Kerangka ini memiliki tinggi kurang dari tiga kaki, dgn tengkorak besar yg abnormal. Di dalam makam ini terdapat beberapa koleksi piringan batu . berdiameter hampir 12 inchi, dengan lubang di tengahnya. Obyek ini memiliki alur pada permukaannya dan keluar berputar dari tengah lubang membentuk spiral anda. inspeksi lebih dekat menunjukkan bahwa sebenarnya ada garis ukiran kecil atau tanda pada alur tersebut .batu ini dinamakan Dropa Stones. penyelidikan berikutnya telah menemukan total 716 Dropa Stones di gua-gua Mountain Baian-Kara-Ula. Dropa Stones dikirim ke berbagai sarjana untuk diselidiki. Salah satunya, Profesor Tsum Um Nui dari Akademi Beijing untuk Studi Kuno, menemukan bahwa alur spiral sebenarnya garis karakter yang ditulis dalam bahasa yang tidak dikenal. Pada tahun 1962, ia mengumumkan bahwa ia telah berhasil menerjemahkan bahasa.Untuk waktu yang lama, Akademi Prasejarah Peking melarang profesor ini untuk mem published segala sesuatu tentang Dropa Stones. Namun, setelah perdebatan bertahun-tahun dia menerbitkan sebuah hipotesis.Tsum Um Nui mengklaim bahwa sebuah pesawat luar angkasa alien jatuh di wilayah Shan Bayan Har 12.000 tahun yang lalu. Para penghuni yang disebut alien atau Dzopa Dropa. Dropa tidak bisa memperbaiki pesawat mereka, sehingga mereka mencoba untuk beradaptasi dengan kondisi di Bumi. Sementara itu, suku Ham lokal memburu dan membunuh sebagian dari alien. Seharusnya, alien telah menikah dengan penduduk setempat, membuat identifikasi asal-usul dari kerangka yang lebih sulit. Banyak orang telah menentang klaim-klaim itu dan Tsum Um Nui dipaksa untuk mengundurkan diri dari Akademi Beijing. Dropa Stones telah menghilang di seluruh dunia dan tidak tersedia untuk dilihat publik di museum apapun. Namun, foto-foto penemuan itu masih ada.
Horned Human Skull
Spoiler for Horned Human Skull:
Discovered:1880s
Quote:
Sayre adalah sebuah kota kecil di Bradford County, Pennsylvania, 59 mil barat laut Scranton. Tahun yang tepat tidak diketahui, namun selama 1880-an gundukan sebuah kuburan besar ditemukan di Sayre. Dilaporkan bahwa sekelompok orang Amerika menemukan beberapa tengkorak dan tulang manusia aneh. Kerangka itu milik anatomis laki-laki normal dengan pengecualian tulang menonjol (tanduk) terletak sekitar dua inci di atas alis. Ternyata bahwa tengkorak itu tanduk. Tulang-tulang itu dicirikan sebagai raksasa, karena mereka mewakili orang lebih dari tujuh kaki tinggi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa korban telah dimakamkan di sekitar AD 1200. Penemuan arkeologi dibuat oleh sekelompok yg disegani, antiquarians, termasuk Dr GP Donehoo, negara bagian Pennsylvania pembesar Gereja Presbyterian; AB Skinner, American Investigating Museum, dan WKMorehead, dari Phillips Academy, Andover, Massachusetts.Itu bukan pertama kalinya bahwa tengkorak bertanduk raksasa telah ditemukan di Amerika Utara. Selama abad ke-19, tengkorak serupa ditemukan di dekat Wellsville, New York dan di pertambangan dekat desa ke El Paso, Texas. Pada suatu waktu dalam sejarah, tanduk manusia digunakan sebagai tanda-tanda kerajaan. Alexander Agung digambarkan dengan tanduk pada beberapa koin nya. Pada waktu Musa, tanduk adalah simbol otoritas dan kekuasaan. Banyak dewa-dewa, termasuk Yahweh, telah digambarkan dengan tanduk. Menurut catatan sejarah, tulang-tulang Sayre tersebut diduga dikirim ke museum investigasi amerika di Philadelphia. Namun, artefak yang dicuri dan tidak pernah terlihat lagi. Jelas dari gambar tengkorak memang ada, tetapi banyak orang mengklaim penemuan itu sebagai hoax. Banyak website yg menerangkan bahwa obyek itu berasal dari luar bumi.