Minggu, 20 Mei 2012

Lembah Emas yang Dihuni sejak Zaman Megalitikum



KOMPAS.com — Lembah-lembah yang menghampar di sepanjang Bukit Barisan telah lama dikenal kesuburannya. Lembah ini sambung-menyambung seolah membuat garis memanjang membelah Pulau Sumatera.
Dimulai dari Lembah Semangko di Lampung, menyambung ke Suoh, Kepahiang, Ketahun, Kerinci, Muaralabuh, Singkarak, Maninjau, Rokan Kiri, Batang Gadis, Angkola, Alas, Tangse, Seulimeum, hingga Banda Aceh.
Dikelilingi gunung-gunung api tua, 11 di antaranya masih aktif, lembah-lembah ini merupakan tempat mengendapnya abu vulkanis yang kaya unsur hara. Air berlimpah dan sebagian terbendung dalam cekungan yang terbentuk akibat gerakan tanah ataupun karena letusan gunung api purba.
Danau-danau pun tercipta; lima danau di Suoh dan Danau Ranau (Lampung), Danau Kerinci (Jambi), Danau Singkarak, Danau Diatas, dan Danau Dibawah (Sumatera Barat), Danau Toba (Sumatera Utara), serta Danau Laut Tawar (Aceh).
Deretan lembah itu juga kaya dengan air panas alami dan menyimpan energi panas bumi. Berdasarkan hasil penelitian F Junghun (1854), USGS menyebutkan, sedikitnya terdapat 23 sumber air panas di sepanjang lembah Bukit Barisan yang berpotensi menghasilkan energi panas bumi. Survei yang dilakukan Geothermal Energy New Zealand Ltd pada 1986 bahkan menemukan 37 sumber air panas.
Tak hanya itu. Berimpit dengan deretan lembah, mengular "sabuk emas" yang memasyhurkan Sumatera sebagai Svarnadwipa. Kata dari bahasa Sanskerta itu berarti "Pulau Emas" seperti tertera dalam Prasasti Nalanda yang dipahat pada tahun 860 Masehi.
William Marsden, dalam bukunya, History of Sumatera (1783), menyebutkan, Sumatera pernah diduga sebagai Ophir, tempat armada Solomon (Sulaiman) mengambil muatan emas dan gading. Meski dugaan tentang Ophir menurut Marsden tak berdasar, pulau ini memang penghasil emas tiada tara.
Logam mulia ini, terutama ditemukan di kawasan tengah pulau di sepanjang Bukit Barisan seperti di Martabe, Bangko, Rawas, Lebong, dan Natal. Minangkabau dianggap sebagai daerah terkaya sehingga Belanda banyak mendirikan loji di Padang.
Menurut Marsden, di daerah Minangkabau saja terdapat tidak kurang dari 1.200 lokasi tambang emas.
"Sebanyak 283.000 gram-399.600 gram setiap tahun tersimpan di Padang, di pasar bebas, atau di tangan perseorangan. Sementara itu, kira-kira 28.000 gram dipasarkan di Nalabu, di Natal kira-kira sebanyak 23.000 gram, dan di Mukomuko 17.000 gram," tulis Marsden.
TM Van Leuwen memberikan gambaran lebih komplet soal produksi logam mulia dari Sumatera. Dalam tulisannya di Journal of Geochemical Exploration, edisi ke-50, 1994, dia memperkirakan, total emas yang dikeruk dari Sumatera sejak eksplorasi Belanda hingga 1994 mencapai 91 ton dan perak sebanyak 937 ton.
Jauh sebelum Belanda datang dan mengeruk emas dari Sumatera, perdagangan emas dari pulau ini sudah berlangsung lama. Dalam buku Barus Seribu Tahun yang Lalu (2003), Marie-France Dupoizat dan Daniel Perret menyebutkan, pengelana Tome Pires pada awal abad ke-16 mencatat bahwa emas diperdagangkan di seluruh pelabuhan di Sumatera, terutama di Barus.
Pelabuhan tua di pantai barat Sumatera Utara ini telah disebutkan dalam karya Ptolomeus, Geographia, yang ditulis pada abad ke-2 Masehi.
Selain mencari kapur barus, para pedagang dari berbagai negara juga memburu emas yang banyak diperdagangkan pribumi di pelabuhan ini. Logam mulia ini diduga dibawa dari sungai-sungai yang berhulu di sekitar Bukit Barisan.
Dengan segenap kelimpahan daya hidup, tak mengherankan jika lembah-lembah ini telah lama menarik manusia untuk menetap di sana. Jejak kebudayaan batu besar atau megalitikum yang tersebar luas di sepanjang lembah ini menjadi bukti bahwa manusia purba telah bermukim di sana.
Arkeolog dari Balai Arkeologi Palembang, Tri Marhaeni S Budisantosa, mengatakan, temuan megalitik di Pulau Sumatera kebanyakan tersebar di lembah-lembah sepanjang Bukit Barisan, mulai dari Liwa di Lampung hingga di sekitar Kerinci di Jambi.
"Misalnya, megalitik di Kerinci dan Merangin ditemukan sejajar dengan Bukit Barisan sepanjang 80 km," katanya.
Di wilayah tersebut telah ditemukan 21 megalitik berbentuk silinder, serta satu buah megalitik berbentuk bulat. Selain itu, ditemukan juga enam kompleks kubur tempayan. "Mereka memilih daerah ini, terutama karena tanahnya subur, cocok buat bercocok tanam."
Banyaknya batuan andesit, jenis batuan vulkanik, yang merupakan bahan baku megalitik, turut mendukung tumbuh suburnya kebudayaan tua ini di sekitar lembah Kerinci dan Merangin. Selain itu, dataran tinggi yang dikepung perbukitan ini juga sangat cocok untuk mengembangkan sistem keyakinan mereka. Para pendukung kebudayaan megalitik ini percaya, gunung-gunung tinggi merupakan tempat bersemayam arwah nenek moyang.
Budi Wiyana, sejawat Budi di Balai Arkeologi Palembang, juga menyebutkan alasan yang sama dengan ditemukannya sebaran situs megalitik di Lahat dan Pagar Alam, Sumatera Selatan.
"Manusia menghuni daerah ini karena subur, dan alasan praktis lain seperti dekat dengan sumber air yang melimpah dan bahan baku batuan beku andesit," kata Budi Wiyana.
Menurut Budi, tradisi megalitik yang ditemukan di kawasan ini sangat lengkap, mulai dari dolmen, menhir, arca, arca menhir, teras berundak, lumpang batu, batu dakon, dan batu datar. Berbagai peninggalan megalitik ini membuktikan bahwa kawasan itu telah dihuni manusia setidaknya sejak 2.500 tahun sebelum Masehi.
Siang itu, Budi menunjukkan deretan batu-batu besar berbentuk meja (dolmen) yang bergeletakan di persawahan menghijau di Tegurwangi, Pagar Alam. Di dekatnya terdapat empat batu besar berukir yang masing-masing mengggambarkan orang tengah mengendarai gajah.
Selain menunjukkan kemajuan budaya saat itu, berupa kemampuan menjinakkan gajah, batu berukir juga membuktikan bahwa masyarakat zaman itu sudah mengenal pengecoran logam. "Untuk membuat ukiran di batu itu, hampir dipastikan menggunakan logam," jelas Budi.
Batu-batu raksasa juga ditemukan di rimbun perkebunan kopi milik Robinson (64) di Desa Tanjung Batu, Keca Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Batu dolmen berukuran panjang sekitar 2 meter dan lebar 1 meter itu ditumpukkan di atas batu-batu kecil di keempat sudutnya.
Di Desa Pajarbulan, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, peninggalan megalitik ditemukan di pekarangan belakang rumah warga. Batuan ini biasa disebut warga sebagai batu tiang enam. Arkeolog menyebutnya batu tetralit.
Kegunaan tetralit masih menjadi perdebatan para ahli. "Beberapa ahli berpendapat, tetralit merupakan landasan atau umpak tiang rumah," kata Budi. Pendapat ini muncul karena di ujung atas tiang batu itu ada semacam cerukan yang diperkirakan untuk meletakkan tiang rumah. (Tim Penulis Ekspedisi Cincin Api Kompas)

Sebelum Mengeluh...

  • Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
    Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

    Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
    Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

    Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,
    Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

    Sebelum kamu mengeluh bahwa nasib kamu buruk,
    Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

    Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
    Pikirkan tentang seseorang yang terus memohon kepada Allah SWT
    untuk diberikan pendamping hidup.

    Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
    Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

    Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
    Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

    Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

    Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
    Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

    Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
    Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

    Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
    Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
    Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
    Tersenyum dan bersyukurlah kepada Allah SWT bahwa kamu masih hidup...

Chelsea Pesta Juara di Kandang Bayern

.
MUENCHEN, KOMPAS.com — Chelsea menjuarai Liga Champions 2011-2012 setelah menang adu penalti 4-3 atas Bayern Muenchen pada babak final, di Allianz Arena, Sabtu (19/5/2012). Adu penalti dilakukan setelah skor imbang 1-1 tak berubah hingga akhir babak tambahan.

Bayern unggul lebih dulu melalui Thomas Mueller pada menit ke-83. Lepas dari pengawalan lawan, Mueller menyundul umpan Toni Kroos masuk ke gawang Petr Cech.

Lima menit berselang, Didier Drogba membawa Chelsea menyamakan kedudukan. Dari tengah kotak penalti, ia menyundul bola kiriman Juan Mata, yang mendesak langit-langit gawang Bayern setelah ditepis Manuel Neuer.

Bayern mendominasi permainan. Sejumlah serangan membuahkan ancaman. Namun, kandas akibat eksekusi yang kurang terukur.

Pada menit kelima, Bastian Schweinsteiger melepaskan tembakan yang diblok Gary Cahill. Bola kemudian dikuasai dan ditembakkan oleh Toni Kroos. Namun, bola meleset dari sasaran.

Chelsea belum memberikan ancaman serius, ketika Bayern melancarkan serangan yang berujung tembakan dari Arjen Robben pada menit ke-21. Untung bagi Chelsea, Petr Cech bisa mengantisipasinya dengan baik.

Selepas menit ke-30, permainan lebih hidup. Meski Bayern masih mendominasi, Chelsea beberapa kali mendapatkan peluang mencetak gol.

Pada menit ke-34, Chelsea mendapat hadiah tendangan bebas yang dieksekusi Juan Mata. Ia menembakkan bola langsung ke arah gawang, tetapi melesat di atas sasaran.

Bayern membalas dengan tembakan Thomas Mueller pada menit ke-36, yang juga tidak mengarah tepat ke sasaran.

Chelsea kemudian melancarkan serangan balik, yang berujung tembakan dari Salomon Kalou. Tembakan Kalou mengarah tepat sasaran, tetapi bisa diantisipasi Manuel Neuer.

Bayern mendapatkan serangkaian kesempatan mencetak gol pada menit ke-40, tetapi kembali gagal memanfaatkannya. Ribery tidak menembak bola dengan sempurna sehingga bola masuk dalam jangkauan Mario Gomez. Namun, Gomez juga gagal melakukan kontak sempurna dengan bola.

Permainan lebih terbuka di babak kedua. Bayern masih mendominasi, tetapi Chelsea juga tampak berusaha keras keluar dari tekanan dan mengalirkan serangan. Aksi saling ancam pun lebih sering terjadi.

Namun, kedua kubu sama-sama bermasalah dengan koordinasi permainan dan penyelesaian akhir sehingga banyak serangan patah di tengah jalan dan peluang emas banyak membuahkan tendangan gawang.

Pada menit ke-60, Robben menembakkan bola kiriman Ribery. Namun, Ashley Cole berhasil mengebloknya. 15 menit setelahnya, giliran tembakan Ribery yang diblok Cole.

Chelsea sempat menyelipkan ancaman pada menit ke-72 melalui Salomon Kalou. Namun, Jerome Boateng bisa mematahkannya dan bola kemudian dikuasai Neuer.

Aksi saling serang kedua kubu tak membuat kedudukan 1-1 berubah hingga akhir babak normal. Mereka pun harus memainkan babak tambahan.

Bayern lebih dulu mendapat peluang emas, berupa hadiah penalti pada menit ke-95, setelah pelanggaran Drogba kepada Ribery. Arjen Robben yang dipercaya mengeksekusi mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang. Petr Cech berhasil membaca arah bola dan menghentikannya di luar garis gawang.

Chelsea belum membalas ketika Bayern kembali menciptakan serangan yang berujung tembakan Ivica Olic pada menit ke-108. Namun, bola meleset ke sisi kiri gawang Chelsea.

Bayern terus menekan. Namun, skor 1-1 tak berubah hingga akhir babak tambahan. Menurut catatan UEFA, hingga akhir babak tambahan, Chelsea menguasai bola sebanyak 36 persen dan menciptakan tiga peluang emas dari sembilan usaha. Adapun Bayern melepaskan tujuh tembakan akurat dari 35 percobaan.
Berikut ini adalah rekaman adu penalti.

Rekaman drama penalti
1. Philipp Lahm - gol (1-0)
2. Juan Mata - ditepis Manuel Neuer (1-0)
3. Mario Gomez - gol (2-0)
4. David Luiz - gol (2-1)
5. Manuel Neuer - gol (3-1)
6. Frank Lampard - gol (3-2)
7. Ivica Olic - ditepis Petr Cech (3-2)
8. Ashley Cole - gol (3-3)
9. Bastian Schweinsteiger - membentur tiang kiri (3-3)
10. Didier Drogba - gol (3-4)

Susunan pemain
Bayern:
1-Manuel Neuer; 44-Anatoliy Tymoschuk, 17-Jerome Boateng, 26-Diego Contento, 21-Philipp Lahm; 39-Toni Kroos, 31-Bastian Schweinsteiger, 7-Franck Ribery (11-Ivica Olic 97), 10-Arjen Robben; 33-Mario Gomez, 25-Thomas Muller (5-Daniel van Buyten 87)

Chelsea: 1-Petr Cech; 24-Gary Cahill, 4-David Luiz, 3-Ashley Cole, 17-Jose Bosingwa; 8-Frank Lampard, 12-John Mikel Obi, 34-Ryan Bertrand (15-Florent Malouda 73), 21-Salomon Kalou (9-Fernando Torres 84); 10-Juan Mata, 11-Didier Drogba

Wasit: Pedro Proenca

Hasil GP Perancis dan Klasemen Sementara

 
LE MANS, Kompas.com - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, tampil impresif pada seri keempat MotoGP 2012 di Le Mans, Perancis, Minggu (20/5/2012). Start dari posisi keempat, juara dunia 2010 ini langsung menyodok ke depan dan tak pernah tersentuh hingga memenangi balapan sangat basah selama 28 lap tersebut.

Ini adalah kemenangan kedua Lorenzo setelah naik podium utama pada seri pembuka di Qatar. Donasi 25 poin di Le Mans ini membuat Lorenzo kembali ke puncak klasemen sementara dengan total 90 poin, unggul delapan angka atas rivalnya dari Repsol Honda, Casey Stoner, yang harus puas finis di posisi ketiga.

Stoner, yang berhasil memenangi balapan di Jerez dan Estoril, sehingga sempat mendepak Lorenzo dari puncak klasemen, kalah bertarung dengan pebalap Ducati, Valentino Rossi. Di lap terakhir, Stoner, yang sudah mengumumkan akan pensiun pada akhir musim 2012 ini, dikalahkan Rossi, yang memang tampil sangat memukau untuk meraih hasil terbaiknya selama bergabung dengan Ducati.

Ya, sejak melakukan debutnya bersama tim Italia ini pada musim 2011, prestasi terbaik Rossi adalah finis di posisi ketiga pada GP Perancis tahun lalu. Setelah itu, "The Doctor" hanya bersaing di barisan belakang, yang membuatnya sangat kecewa.

Namun dalam balapan basah di Le Mans ini, Rossi tampil sangat menghibur. Start dari urutan ketujuh, dia langsung menyodok ke barisan depan untuk bertarung memperebutkan posisi ketiga, sebelum mengalahkan Stoner di lap terakhir. Sementara itu duo Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow, gagal meraih hasil terbaik karena jatuh.

- Hasil GP Perancis

1.  Jorge Lorenzo        Yamaha                        49m39.743s
2.  Valentino Rossi       Ducati                         + 9.905s
3.  Casey Stoner          Honda                         + 11.298s
4.  Dani Pedrosa          Honda                         + 29.361s
5.  Stefan Bradl            LCR Honda                 + 32.477s
6.  Nicky Hayden         Ducati                          + 32.842s
7.  Andrea Dovizioso   Tech 3 Yamaha             + 59.759s
8.  Cal Crutchlow         Tech 3 Yamaha             + 1m05.152s
9.  Hector Barbera        Pramac Ducati              + 1m07.846s
10.  Alvaro Bautista      Gresini Honda               + 1m13.193s
11.  James Ellison         Paul Bird Aprilia            + 1m26.663s
12.  Mattia Pasini          Speed Master Aprilia     + 1m27.633s
13.  Aleix Espargaro     Aspar Aprilia                 + 1 lap
14.  Michele Pirro         Gresini FTR-Honda       + 1 lap
15.  Yonny Hernandez   Avintia FTR-Kawasaki   + 1 lap
16.  Ben Spies              Yamaha                          + 1 lap
17.  Chris Vermeulen     Forward Suter-BMW     + 2 laps
18.  Ivan Silva               Avintia Inmotec-Kawasaki    + 2 laps

Retirements:

     Danilo Petrucci   Ioda-Aprilia                        24 laps
     Randy de Puniet   Aspar Aprilia                    22 laps
     Karel Abraham     Cardion Ducati                  11 laps

- Klasemen sementara (sampai seri keempat)

1. Jorge Lorenzo          Yamaha      90
2. Casey Stoner            Honda       82
3. Dani Pedrosa            Honda       65
4. Cal Crutchlow          Yamaha      45
5. Andrea Dovizioso    Yamaha      44
6. Valentino Rossi        Ducati        42
7. Stefan Bradl             Honda       35
8. Álvaro Bautista         Honda       35
9. Nicky Hayden           Ducati       33
10. Héctor Barbera       Ducati        26
11. Ben Spies               Yamaha      18
12. Aleix Espargaro      ART          12
13. Mattia Pasini          ART           6
14. Randy de Puniet     ART           6
15. James Ellison         ART            5
16. Colin Edwards       Suter            4
17. Danilo Petrucci       Ioda            4
18. Michele Pirro          FTR            4
19. Yonny Hernandez   BQR-FTR    3
20. Ivan Silva               BQR-FTR    1
21. Karel Abraham       Ducati           0